Sahabat Bahari – Sebuah gebrakan besar datang dari Belanda. Tim insinyur muda yang tergabung dalam proyek The Ocean Cleanup menciptakan sistem pembersih laut raksasa yang mampu mengumpulkan ribuan ton sampah plastik yang mencemari samudra.

Dengan panjang mencapai 2 kilometer, sistem terbaru mereka “System 03” dirancang untuk menjadi teknologi pembersihan laut terbesar dan paling efisien di dunia.

Bagaimana Teknologi Ini Bekerja

Berbeda dari alat penyedot sampah seperti vakum, sistem ini mengandalkan penghalang apung (floating barrier) yang bergerak mengikuti arus laut.

Dua kapal menarik penghalang sepanjang 2,2 km tersebut dengan kecepatan rendah. Plastik dan limbah laut yang terperangkap akan mengalir ke bagian tengah sistem sebelum dikumpulkan oleh kapal pendukung untuk kemudian didaur ulang.

Sistem ini telah diuji di kawasan Great Pacific Garbage Patch (GPGP), wilayah penumpukan sampah laut terbesar di dunia yang luasnya dua kali lipat negara Prancis.

Dalam satu tahun terakhir saja, lebih dari 150 ton plastik berhasil diangkat dari area tersebut.

Dipelopori Anak Muda dari Belanda

Proyek ambisius ini digagas oleh Boyan Slat, seorang penemu asal Belanda yang mendirikan organisasi nirlaba The Ocean Cleanup pada usia 18 tahun.

Sejak itu, ia dan timnya terus mengembangkan teknologi yang semakin efisien dan ramah lingkungan.

Selain membersihkan laut lepas, tim ini juga meluncurkan Interceptor™, sistem otomatis berbasis tenaga surya untuk menahan sampah plastik di sungai sebelum mengalir ke laut. Dengan alat ini, mereka berharap bisa menghentikan sumber masalahnya langsung dari daratan.

Data Terbaru dan Capaian

  • Sejak 2021, proyek ini telah mengumpulkan lebih dari 100.000 kilogram plastik dari Samudra Pasifik.
  • Area yang telah dibersihkan mencapai lebih dari 3.000 km², setara luas negara kecil seperti Luksemburg.
  • GPGP sendiri diperkirakan mengandung 1,8 triliun potongan plastik dengan total berat sekitar 80.000 ton.

Para peneliti The Ocean Cleanup memperkirakan bahwa jika sistem ini terus beroperasi penuh, Great Pacific Garbage Patch bisa dibersihkan dalam waktu 5–10 tahun, tergantung dukungan logistik dan pendanaan. Estimasi biayanya berkisar US$4–7,5 miliar.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Membersihkan laut bukanlah tugas mudah. Cuaca ekstrem, arus kuat, hingga peningkatan jumlah mikroplastik menjadi kendala utama. Mikroplastik potongan kecil berukuran kurang dari 5 mm kini meningkat drastis di permukaan laut dan jauh lebih sulit ditangani dibanding plastik besar.

Namun, tim The Ocean Cleanup tetap optimis. Seperti disampaikan dalam laporan mereka:

“Kami tahu kami tidak bisa membersihkan seluruh lautan dalam semalam. Tapi setiap ton plastik yang berhasil diambil adalah langkah nyata menuju laut yang lebih sehat bagi generasi mendatang.”

Menuju Lautan Tanpa Plastik

Kini, proyek The Ocean Cleanup telah mendapat dukungan dari berbagai lembaga internasional, perusahaan teknologi, hingga pemerhati lingkungan di seluruh dunia.

Dengan kombinasi inovasi, komitmen, dan kerja sama global, Belanda sekali lagi menunjukkan perannya sebagai pelopor inovasi hijau yang membawa harapan baru bagi laut dunia.(*)