SahabatBahari – Pemerintah meluncurkan program Kampung Nelayan Merah Putih, sebuah inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Program ini bukan sekadar membangun infrastruktur modern di sektor perikanan, melainkan juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penciptaan ribuan lapangan kerja baru.

Kampung Nelayan Merah Putih dirancang sebagai kawasan perikanan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang tersedia mencakup cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN). Selain dukungan infrastruktur, pemerintah juga mendorong penguatan kelembagaan nelayan melalui koperasi desa atau kelurahan (KopDes/Kel) yang nantinya mengelola berbagai unit usaha di kampung tersebut.

Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP, Mahrus, menyebutkan bahwa program ini diharapkan mampu menyerap setidaknya 7.000 lapangan kerja baru pada 2025.

Target 1.100 Kampung Nelayan

Pembangunan kampung nelayan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama mencakup 65 lokasi, sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55 Tahun 2025. Menurut Staf Ahli Menteri KKP Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya, Trian Yunanda, penyelesaian seluruh sarana produksi di tahap awal ditargetkan rampung pada 2 Desember 2025.

Selanjutnya, tahap kedua akan menambah 35 lokasi baru melalui mekanisme anggaran biaya tambahan (ABT). Dengan demikian, total ada 100 kampung nelayan yang terbangun di tahun ini.

Rencana jangka panjangnya jauh lebih besar:

  • Tahun 2026 : tambahan 250 kampung nelayan.
  • Hingga 2028 : total 1.100 kampung nelayan modern di seluruh Indonesia.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian penting dari visi Indonesia Emas 2045, di mana masyarakat pesisir tidak lagi identik dengan kemiskinan, melainkan menjadi motor pertumbuhan ekonomi biru.

Indonesia memiliki modal kuat untuk mewujudkan program ini. Dengan garis pantai sepanjang 108 ribu km, populasi yang sebagian besar tinggal di kawasan pesisir, serta kontribusi 10% terhadap pasokan perikanan dunia, pembangunan kampung nelayan modern diyakini bisa mengubah potensi maritim menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.(*)